Pages

Senin, 03 Agustus 2015

Polikistik Ovarium

Halo.. apakabar? :3
Udah lama ga apdet, kepikiran lagi buat ngapdet, yah walaupun ga ada yang baca ya ga papa, itung-itung biar ada isinya aja ini blog, kasian :’(
Oke kali ini aku mau bahas sedikit tentang Polikistik Ovarium, jadi ini adalah sindrom, tenang ga bahaya kok asal diterapi secara teratur. Aku kepikiran buat bahas ini karena (kebetulan) aku termasuk salah satu wanita yang mengidap sindrom ini, sedih? Iya lah pasti.. tapi ga papa, positive thinking aja. Aku dikasih tau sama dokter kalo sindrom ini termasuk langka karena kemungkinan besar hanya 5-10% wanita di dunia yang mengidap sindrom ini. Gimana ya.. awal periksa ya jelas aja syok, aku ga ngerti apa-apa tentang sindrom ini, sampe-sampe dokter ngomong pun ga aku dengerin saking syoknya haha. Yg aku inget sih dokter cuma bilang kalo sindrom ini nyebabin dinding rahimku menipis, ya wanita mana sih yang ga ngeri dengernya. Tapi ya setelah diberi penjelasan lebih lanjut sih aku mulai bisa legowo, trus dokter juga nyaranin pokoknya aku harus rajin-rajin kontrol aja sama dibarengin dengan terapi Insya Allah ga bakal kenapa-napa. Kalo diliatnya kadang kayak aku udah mulai pucet gt kan karna kepikiran, pasti dibercandain sama dokternya kayak gini
"Mb.. mb ga ada rencana nikah muda kan?"
"Hah maksudnya dok?"
"Ya habis mb takut gitu kayaknya, tenang aja mb ga usah terlalu dipikirin ntar malah stres loh"
"Kemungkinan-kemungkinan buruk itu bakal terjadi kalo telat ditanganinnya mb. Ini umur mb masih muda, soal susah punya anak nantinya kan kita ga bisa langsung ngejudge gitu juga. Tetep ada caranya kok, makanya tadi saya tanyain belum mau nikah kan mb?"
"Haha belum lah dok masih lama wkwk"
"Yaudah ntar kalo udah nikah mau program punya anak tetep bisa mb, asal nikahnya jangan kelewat umur 30 ya"
"Ya gimana dok.. bantuin nyariin calon dong /ga"
Blabla bla bla bla . . .
Nah selalu yg ditekanin kata "anak" terus, siapa yg ga kepikiran coba say. Tapi nyoba kalem aja, ortu sama sahabat-sahabat juga selalu nyemangatin. Terus ya harusnya aku lebih bersyukur karna apa yg aku alamin ini juga ga parah banget, yg penting dibarengin dengan usaha yang terbaik aja Insya Allah kuat. Au ah malah mellow. Soal mau punya anak mah gampang pikir aja nanti, bikin aja juga belum udah stres, mian.. Oiya katanya ini juga bisa jadi karena faktor keturunan entah dari ortu sampe moyangpun mana aja.. yang pasti keturunan gitu. Aku nyoba googling tapi dikit banget artikel yang ngebahas ini jadi aku juga ga bisa ngasih tau banyak soal sindrom ini, gomenne.. :’(

So.. Apa Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?
Polycystic Ovarian Syndrome atau Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS, POS, POD, Stein-Leventhal Syndrome), adalah masalah hormonal yang menyebabkan wanita memiliki berbagai gejala. Perlu dicatat bahwa sebagian besar wanita dengan kondisi seperti ini memiliki sejumlah kista kecil di ovarium. Namun, perempuan mungkin memiliki kista di ovarium untuk sejumlah alasan, dan itu adalah konstelasi karakteristik gejala, bukan kehadiran kista itu sendiri, yang penting dalam penegakan diagnosis PCOS.
PCOS ini terjadi pada 5-10% dari seluruh wanita yang ada di dunia ini dan merupakan penyebab paling umum dari ketidaksuburan pada wanita. Gejala PCOS ini dapat dimulai pada masa remaja dengan ketidakteraturan menstruasi, atau seorang wanita mungkin tidak tahu dia memiliki PCOS sampai di kemudian dia menyadari adanya gejala-gejala aneh pada dirinya dan setelah berkonsultasi secara langsung pada dokter. Ingat, perempuan dari segala etnis bisa saja terkena sindrom ini walaupun mereka memiliki gaya hidup yang sehat sekalipun.

Apa saja gejala dari Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?
Tanda-tanda utama dan gejala PCOS terkait dengan gangguan menstruasi dan peningkatan kadar hormon pria (androgen). Gangguan menstruasi dapat mencakup penundaan (amenore primer) haid normal, kehadiran kurang dari periode menstruasi normal (oligomenore), atau tidak adanya menstruasi selama lebih dari tiga bulan (amenore sekunder). Siklus haid tidak dapat dikaitkan dengan ovulasi (siklus anovulasi) dan dapat mengakibatkan perdarahan berat. Gejala yang berhubungan dengan kadar androgen tinggi termasuk jerawat, serta pertumbuhan rambut berlebih di tubuh (hirsutisme).

Tanda dan gejala lain dari PCOS ini antara lain:
-          Obesitas, bertambahnya berat badan anda secara drastis
-          Siklus dating bulan yang tidak teratur
-          Peningkatan tingkat insulin dan resistensi insulin
-          Kulit berminyak
-          Ketombe
-          Infertilitas
-          Belang pada kulit
-          Berjerawat
-          Tingginya kadar kolesterol
-          Tekanan darah
-          Adanya beberapa kista kecil di ovarium
-          Untuk wanita dengan usia diatas 30th bisa menyebabkan susahnya kehamilan

Semua wanita penderita PCOS akan memiliki siklus haid yang tidak teratur, itu wajar. Wanita yang memiliki PCOS tidak teratur berovulasi, yaitu, mereka tidak melepaskan telur setiap bulan. Ini adalah mengapa mereka tidak memiliki periode reguler dan biasanya mengalami kesulitan untuk hamil (biasanya bagi penderita wanita dengan usia di atas 30th).

Maaf.. aku cuma bisa bahas segini aja.. untuk informasi lebih lanjut mungkin kalian bisa coba-coba googling juga, atau lebih baik lagi kalau konsiltasi langsung sama dokter kandungan.. yang bener-bener tau soal sindrom ini. Saranku juga buat wanita.. jangan takut untuk sekali-sekali check ke dokter, karena wanita juga sangat rentan dengan penyakit sejenis ini, Ingat.. ga usah takut atau gengsi!!


Source: gosehat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com